Eka Putra Aprilyanawati –Writer
Home  |  Profil | Tentang  | Story  | Buku Saya | Cari
Menjadi
Hai, saya Eka Putra Aprilyanawati

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN)

ekaputra

Biografi  Eka Putra Aprilyanawati

ekaputra

Bukan sesuatu pekerjaan yang spesial dibandingkan beberapa orang diluar sana. Akan tetapi ada hal yang membuat saya selalu bersemangat dengan pekerjaan saya. Dapat bertemu dengan beberapa orang yang menarik. Mendengarkan keluh kesah mereka. Mendengarkan kebahagiaan mereka. Seolah ikut merasakan apa yang mereka rasakan.

Mengisi materi pada kegiatan kemasyarakatan tak jarang dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan. Mulai dari pertumbuhan dan perkembangan bayi, balita, anak usia pra sekolah, anak sekolah mulai SD, SMP dan SMA termasuk kesehatan reproduksi mereka, pasangan usia subur yang belum memiliki keturunan, kehamilan, persalinan, nifas  sampai kondisi wanita pra menopause dan menopause. Yah, sebuah keberuntungan menjadi seorang bidan sejak lulus kuliah tahun 2008.

Meski kadang saya juga merasa frustasi dengan emosi mereka yang lebih sering saya anggap karena keegoisan mereka. Bekerja dalam lingkup yang menuntut sesuai dengan birokrasi dan standart profesionalisme yang senantiasa dianggap tidak berorientasi pada kepentingan publik oleh beberapa orang. Menarik nafas dalam dan bersabar menjadi pilihan satu-satunya.

Selain itu menjadi seorang istri dan ibu dari dua orang anak membuat saya harus pandai membagi waktu. Konflik baru akan muncul ketika waktu yang seharusnya bagi mereka diambil bahkan meski hanya satu detik.

Membaca komik masih melekat sampai di usia saya saat ini, meskipun bagi beberapa orang hobbi itu tampak aneh.

Membacakan dongeng pada anak-anak menjadi kebiasaan sebelum mereka tidur. Menceritakan kisah lain dengan tokoh pilihan anak-anak ketika mereka bosan dengan buku-buku lamanya.

Saat ini sedang belajar membuat tulisan yang berkualitas dan bermanfaat. Belajar dari pengalaman diri dan orang lain untuk dituangkan dalam tulisan sebagai pembelajaran.

Puspa (Seperti Cermin yang Pecah) adalah karya pertama saya dengan genre fiksi. Cuplikan cerita dari Novel saya dapat kaliyan lihat di:
Eka Putra Aprilyanawati

This is my story.

Bermula ketika melihat anak pertamaku selalu mebuat tulisan atau cerita fiksi berdasar imajinasinya. Saya yang saat itu membacanya tidak menyangka dia bisa membuat tulisan yang saya pikir bagus untuk anak diusianya. Saya berniat untuk membawa tulisan anak saya dapat dimuat di media. Ikut dalam kegiatan belajar menulis online justru malah membuat saya tertarik juga untuk menulis.

          Puspa (Seperti Cermin yang Pecah) adalah karya pertama saya dengan genre fiksi. Cerita ini saya tulis dari cerita nyata beberapa orang yang saya jadikan satu latar. Berharap dukungan emosional dari orang-orang terdekat untuk dapat memunculkan kepercayaan diri kembali. Kenangan masa lalu yang buruk pernah ditorehkan oleh orang yang dianggap dapat melindunginya.

          Deadline dan pemula menjadi bagian sulit saat proses menulis. Terhenti karena beberapa pekerjaan kantor yang juga dikejar deadline. Rasanya ingin menyerah, karena di dalam kepala tidak mau keluar ide apapun. Dukungan dari beberapa pihak membuat saya menyelesaikan tulisan pada akhirnya.

          Beberapa waktu senggang bukan lagi waktu yang tidak berharga ketika kita menulis. Justru sela-sela waktu yang sedikit itu menjadi amat sangat berharga. Dipaksa menjadi orang yang tenang saat menulis membuat kita menjadi pribadi yang lebih tenang juga dalam keseharian. Insya’Allah.

          Memaafkan masa lalu dan tidak mencemaskan masa depan adalah dua hal yang dapat kita jadikan pegangan untuk menghindari depresi. Selain yang pertama adalah selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Profil Singkat Eka Putra Aprilyanawati

 The journey  of myself.

  • Puspa (Seperti Cermin yang Pecah)
  • Kesertaan dalam upaya edukasi dan literasi melalui blog ruangmenulis.id
Puspa (Seperti Cermin yang Pecah)
• Headline menarik ttg buku : Bosan dengan genre buku yang itu-itu saja? Pas banget nich buat kalian... Genre berbeda membuat buku ini lebih menarik. Berjuang melawan depresi yang dianggap dari sebagian besar orang termasuk salah satu ODGJ. Bagi Puspa bukan sebuah pilihan untuk dapat memaafkan masa lalunya ataupun menjadi seseorang yang selalu mencemaskan masa depannya. Yuk PO dulu jangan sampai kehabisan ya teman-teman!!! Kejadian masa lalu yang menyebabkan perempuan bernama Puspa mengalami trauma secara fisik dan psikis. Pengkhianatan yang dilakukan oleh orang yang seharusnya bisa melindunginya. Rumor dan cacian justru tertuju untuknya. Latar belakang lingkungan sosial dan ekonomi menjadi penyebabnya. Akankah Puspa bisa menjalani kehidupan seperti orang pada umumnya? Ataukah ia akan memilih tetap terkurung dalam masa lalunya yang kelam?
kesertaan dalam upaya edukasi dan literasi melalui blog ruangmenulis.id
kesertaan dalam upaya edukasi dan literasi melalui blog ruangmenulis.id
Previous
Next

Buku Terbaru Eka Putra Aprilyanawati

Mengapa Harus Aku [Open Pre Order] Previous Next Open Order...

Read More

Bagikan ke sosmed

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Copyrigt © Alineaku Publisher allright Reserved